Tidak semua partikel board sama dan memilih jenis yang salah untuk aplikasi Anda bisa berakibat pada kabinet yang melengkung, kerusakan akibat kelembaban, atau panel yang gagal menahan beban.
Partikel board hadir dalam enam jenis utama, masing-masing dirancang untuk kondisi dan aplikasi yang berbeda: particle board standar untuk furnitur umum, HMR untuk lingkungan lembab, MFC untuk permukaan dekoratif jadi, laminasi untuk meja kerja, tahan api untuk ruang komersial, dan high-density untuk aplikasi beban berat.
Panduan ini menjelaskan apa itu setiap jenis particle board, penggunaan terbaiknya, serta spesifikasi penting yang perlu diperhatikan saat memilih material. Untuk pengenalan lengkap mengenai particle board sebagai material, baca: Apa Itu Particle Board? Panduan Lengkap
Apa Itu Particle Board? Panduan Lengkap
| Jenis | Tahan Kelembaban | Permukaan | Kerapatan | Terbaik untuk |
|---|---|---|---|---|
| Standar | Rendah | Polos / mentah | 600–680 kg/m³ | Furniture indoor umum |
| HMR | Tinggi | Polos / mentah | 640–700 kg/m³ | Dapur, kamar mandi |
| MFC | Sedang–Tinggi | Dilapisi melamin | 620–680 kg/m³ | Furnitur jadi dan perkantoran |
| Laminasi | Sedang | Laminasi plastik | 600–660 kg/m³ | Countertop dan meja kerja |
| Tahan Api | Rendah–Sedang | Diberi perlakuan khusus | 600–680 kg/m³ | Bangunan komersial |
| High-Density (HDP) | Sedang | Polos / mentah | 750–900 kg/m³ | Lantai dan rak beban berat |
1. Partikel Board Standar

Particle board standar, yang juga dikenal sebagai chipboard, merupakan engineered wood panel yang paling banyak digunakan dalam industri furnitur. Material ini dibuat dengan menggabungkan serpihan kayu, serutan kayu dari penggergajian, dan serbuk kayu dengan resin sintetis, kemudian dipress menggunakan panas dan tekanan hingga membentuk lembaran datar.
Spesifikasi umum: ketebalan 9mm–25mm, densitas 600–680 kg/m³, serta tersertifikasi JIS A 5908.
Paling cocok untuk: rangka kabinet, lemari pakaian kamar tidur, rak buku, meja TV, dan panel dinding di area indoor yang kering.
Tidak cocok untuk: dapur, kamar mandi, atau area lain yang sering terpapar kelembapan.
PT Rimba Partikel Indonesia menyediakan particle board standar dalam ukuran full sheet dengan densitas dan kualitas permukaan yang konsisten. Lihat spesifikasi particle board
2. HMR (High Moisture Resistance) Particle Board

HMR particle board diproduksi menggunakan proporsi resin tahan lembap yang lebih tinggi. Hal ini membuat inti panel memiliki ketahanan yang jauh lebih baik terhadap pengembangan dan delaminasi saat terpapar kelembapan, tanpa mengubah dimensi luar panel. Cara paling mudah untuk mengenali HMR board adalah melalui bagian penampangnya: inti panel memiliki warna kehijauan khas yang berasal dari resin tahan lembap tersebut.
Spesifikasi umum: ketebalan 12mm–25mm, densitas 640–700 kg/m³, pengembangan ketebalan setelah perendaman air 24 jam ≤8% (dibandingkan ≤12% pada board standar), serta tersertifikasi EN 312 P5.
Paling cocok untuk: kabinet dapur, vanity kamar mandi, ruang laundry, dan berbagai furnitur di iklim tropis lembap seperti Indonesia.
Tidak cocok untuk: perendaman air secara langsung atau penggunaan eksterior — HMR bersifat tahan lembap, bukan tahan air.
HMR Particle Board — Apa Itu dan 3 Keunggulan Utamanya →
3. MFC (Melamine Faced Chipboard)

MFC board adalah particle board yang dilapisi resin melamin pada kedua permukaannya melalui proses heat-fused bertekanan tinggi. Hasilnya adalah panel dekoratif dengan permukaan keras dan halus yang siap digunakan tanpa perlu proses tambahan seperti pengecatan, laminasi, atau veneer. Hal ini menjadikan MFC sebagai pilihan paling praktis untuk produksi furnitur jadi dalam skala besar.
Spesifikasi umum: ketebalan 12mm–25mm, berat permukaan melamin 120–180 g/m², tersedia dalam lebih dari 100 pilihan warna dan tekstur termasuk motif serat kayu, warna solid, high gloss, dan finishing suede.
Paling cocok untuk: kabinet dapur, meja kantor, lemari pakaian, display retail, dan panel dinding.
Keunggulan utama dibanding kayu solid: setiap lembar dari batch produksi yang sama memiliki warna, tekstur, dan dimensi yang konsisten tanpa perbedaan serat alami, tanpa melengkung, dan tanpa pemborosan material akibat cacat alami kayu.
Panduan lengkap keunggulan MFC Board → Lihat katalog warna MFC RPI →
4. Laminated Particle Board

Laminated particle board diproduksi dengan merekatkan lapisan high pressure laminate (HPL) atau low-pressure laminate (LPL) pada inti particle board standar. Lapisan laminasi ini lebih tebal dan lebih keras dibandingkan melamin standar, sehingga memberikan ketahanan yang lebih baik terhadap benturan dan abrasi permukaan.
Spesifikasi umum: ketebalan laminasi 0,5mm–1,5mm (HPL) atau 0,2mm–0,5mm (LPL), tersedia dalam finishing gloss, matte, dan tekstur.
Paling cocok untuk: countertop dapur dan kantor, permukaan meja, serta area dengan penggunaan harian intensif yang membutuhkan permukaan lebih keras.
Perbedaan utama dibanding MFC: laminated board menggunakan lapisan permukaan yang direkatkan secara mekanis, bukan lapisan melamin yang menyatu melalui proses heat-fused. Material ini menawarkan ketahanan benturan yang sedikit lebih baik, namun pilihan warna dan teksturnya lebih terbatas.
5. Fire Retardant Particle Board

Fire-retardant particle board adalah particle board standar yang diberi perlakuan bahan penghambat api selama atau setelah proses produksi. Perlakuan ini membantu memperlambat penyebaran api dan mengurangi emisi asap. Selain itu, material ini tetap mempertahankan kemudahan pengerjaan serta dimensinya tanpa perubahan signifikan.
Spesifikasi umum: memiliki tingkat ketahanan api EN 13501-1 Kelas B atau Kelas C tergantung jenis perlakuannya, tersedia dalam ketebalan standar.
Paling cocok untuk: hotel, rumah sakit, sekolah, pusat perbelanjaan, dan bangunan publik lainnya yang mewajibkan standar ketahanan api tertentu sesuai regulasi bangunan setempat.
Penting: perlakuan fire retardant menambah biaya yang cukup signifikan. Gunakan jenis ini hanya jika regulasi memang secara khusus mewajibkannya. Untuk furnitur rumah tinggal, board standar atau HMR biasanya sudah memadai.
6. High-Density Particle Board (HDP)

High-density particle board diproduksi dengan tekanan yang lebih tinggi serta kandungan resin yang lebih banyak, sehingga menghasilkan panel yang jauh lebih padat dan kuat dibandingkan board standar. Densitas yang lebih tinggi memberikan daya cengkeram sekrup yang lebih baik, kapasitas beban yang lebih besar, serta kekerasan permukaan yang lebih tinggi.
Spesifikasi umum: densitas 750–900 kg/m³ (dibandingkan 600–680 kg/m³ pada board standar), dengan bobot sekitar 20–30% lebih berat per lembar pada ketebalan yang sama.
Paling cocok untuk: lapisan dasar lantai, rak beban berat di perpustakaan atau gudang, furnitur industri, dan kabinet speaker.
Trade-off: HDP memiliki bobot lebih berat dan harga lebih mahal. Gunakan jenis ini hanya jika keunggulan performanya memang sebanding dengan biaya tambahan yang dikeluarkan.
Jenis-Jenis Particle Board untuk Flooring — Mana yang Terbaik? →
Cara Memilih Jenis yang Tepat: Framework 5 Langkah
Langkah 1 — Evaluasi lingkungan penggunaan. Area indoor kering? Particle board standar sudah cukup. Untuk dapur, kamar mandi, atau iklim tropis, gunakan HMR sebagai spesifikasi minimum.
Langkah 2 — Tentukan jenis finishing permukaan. Butuh permukaan dekoratif yang siap pakai? Pilih MFC. Jika ingin menambahkan laminasi atau finishing cat sendiri, particle board mentah memberikan fleksibilitas lebih tinggi.
Langkah 3 — Periksa kebutuhan beban. Rak dengan beban lebih dari 20kg per tingkat, atau untuk flooring? Gunakan high-density board. Untuk furnitur standar, medium-density sudah memadai.
Langkah 4 — Periksa persyaratan regulasi. Untuk bangunan komersial atau publik, pastikan apakah regulasi kebakaran setempat mewajibkan penggunaan board dengan standar fire-retardant.
Langkah 5 — Sesuaikan ketebalan dengan aplikasinya.
- Rangka kabinet: 16mm atau 18mm
- Panel belakang: 9mm atau 12mm
- Worktop dan countertop: 22mm atau 25mm
- Lapisan dasar lantai: 18mm atau 22mm
Masih belum yakin? Hubungi tim RPI untuk konsultasi teknis →
Particle Board vs MDF vs Plywood: Kapan Sebaiknya Menggunakan Masing-Masing
Particle board tidak selalu menjadi pilihan yang tepat. Berikut panduan singkat untuk mengetahui kapan material alternatif lebih cocok digunakan.
Pilih partikel board ketika efisiensi biaya menjadi prioritas, permukaan akan dilapisi MFC atau laminasi, dan aplikasinya untuk furnitur indoor standar di lingkungan kering.
Pilih MDF gunakan MDF ketika Anda membutuhkan detail routing yang rumit, profil melengkung, atau permukaan yang siap dicat. MDF memiliki struktur yang lebih halus dan seragam sehingga lebih mudah diproses dan menghasilkan finishing cat tanpa serat yang timbul.
Pilih plywood gunakan plywood ketika membutuhkan kekuatan struktural, daya cengkeram sekrup pada bagian tepi, atau penggunaan semi-outdoor. Dalam hal ini, plywood memiliki performa yang jauh lebih baik dibandingkan particle board.
For a detailed side-by-side breakdown: Particle Board vs MDF vs Plywood — Complete Comparison →
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa jenis particle board yang paling umum digunakan untuk furnitur?
Particle board standar adalah jenis yang paling umum digunakan untuk rangka furnitur. Sementara itu, MFC board menjadi pilihan paling populer untuk furnitur jadi dengan permukaan dekoratif. Di pasar tropis seperti Indonesia, HMR board semakin banyak digunakan sebagai standar utama untuk aplikasi dapur dan kamar mandi.
Apa arti HMR pada particle board?
HMR adalah singkatan dari High Moisture Resistance. HMR particle board dibuat menggunakan proporsi resin tahan lembap yang lebih tinggi dan dapat dikenali dari inti panelnya yang berwarna kehijauan. Panduan Lengkap HMR →
Apakah particle board sama dengan chipboard?
Ya — particle board, chipboard, dan particleboard merujuk pada material yang sama. Ketiga istilah tersebut digunakan secara bergantian. Di Inggris dan Australia, istilah “chipboard” lebih umum digunakan, sedangkan di Amerika Utara dan Asia, istilah “particle board” lebih sering dipakai.
Ketebalan berapa yang sebaiknya digunakan untuk kabinet dapur?
Untuk rangka kabinet dapur: gunakan HMR 18mm. Untuk pintu kabinet dan bagian depan laci: gunakan MFC 16mm atau 18mm. Sedangkan untuk rak di dalam kabinet: gunakan 16mm, atau 18mm jika bentang rak melebihi 800mm.
Apakah particle board bisa digunakan di area outdoor?
Tidak. Particle board standar tidak dirancang untuk penggunaan outdoor atau lingkungan dengan kelembapan tinggi. Akibatnya, material ini akan mengembang dan mengalami delaminasi saat terkena hujan atau kelembapan berkepanjangan. Bahkan HMR particle board pun tidak direkomendasikan untuk penggunaan eksterior. Untuk aplikasi outdoor, gunakan plywood exterior-grade atau kayu solid.
Dapatkan Particle Board Langsung dari Produsen
PT Rimba Partikel Indonesia memproduksi board standar, HMR, dan MFC di fasilitas kami yang berlokasi di Kendal, Jawa Tengah. Kami memasok langsung untuk produsen furnitur, kontraktor, dan distributor di seluruh Indonesia maupun pasar internasional.
📞 WhatsApp: +62 811-2679-094 📧 Email: admin-rpi@rimbapartikel.com 🔗 Lihat Spesifikasi Particle Board → 🔗 Lihat Spesifikasi MFC Board →
For information on sourcing from Indonesia: Particle Board Manufacturer Guide →

